
LOADING...


Episodes 64
Sri Rahayu Sinaga dan Gilang Wibisono adalah pasangan yang harmonis dan penuh kasih. Dalam rumah tangga, Sri Rahayu Sinaga berperan di luar, sementara Gilang Wibisono mengurus pekerjaan rumah tangga. Sri Rahayu Sinaga bekerja keras mencari nafkah, sedangkan Gilang Wibisono mencuci pakaian, memasak, merawat anak, dan mengurus rumah. Mereka telah menikah selama enam tahun, penuh cinta dan saling percaya, dengan perasaan yang tetap seperti saat pertama bertemu. Namun, ayah dan saudara perempuan Sri Rahayu Sinaga memandang rendah Gilang Wibisono yang bekerja di rumah, menganggapnya terlalu penurut, “suami yang dikendalikan istri.” Bahkan Sri Rahayu Sinaga sendiri awalnya mengira suaminya hanyalah orang biasa yang puas dengan kehidupan sederhana. Di hadapan istrinya, Gilang Wibisono memang suami yang sangat memuliakan Sri Rahayu Sinaga. Tapi sebenarnya, ia adalah Bos Geng yang menguasai kekuasaan, ekonomi, dan bidang medis—seorang penguasa di puncak tertinggi. Pada pesta ulang tahun ayah Sri Rahayu Sinaga, seluruh keluarga mengejek pasangan ini karena dianggap miskin, menertawakan Gilang Wibisono sebagai suami penurut dan tidak berguna. Namun, putri mereka, Yoyo, muncul dengan tas sekolah yang dihiasi berlian hasil usaha Gilang Wibisono, serta membawa lima puluh botol Guangliang Liquor ke acara tersebut. Saat itu, semua orang menyadari bahwa pria yang selama ini diremehkan sebagai suami penurut ternyata adalahBos Geng yang sangat berkuasa dan dihormati.