


Putus asa melihat cinta sepuluh tahunnya dikhianati oleh Putra Mahkota Hutama yang lebih memilih menikahi Kinaya Lindra, Yunis Kencana nekat mengajukan diri sebagai mempelai dalam pernikahan politik demi meredakan krisis di perbatasan Balangga. Meski Kaisar sempat ragu, tekad baja Yunis yang sudah mati rasa akhirnya berbuah titah resmi sebagai Putri Pelindung Negara yang akan diberangkatkan tujuh hari lagi, sementara Hutama yang terlalu percaya diri masih hidup dalam ilusi bahwa kekasih masa kecilnya itu takkan pernah sanggup meninggalkannya.