


Episodes 56
Lyra Moore dan Caspian Thorne telah menjadi kekasih sejak kecil. Keluarga mereka telah berhubungan baik selama beberapa generasi, dan pertunangan lisan telah mengikatnya selama dua puluh tahun. Dia pernah merasa ini adalah cinta—hingga Caspian Thorne terlibat pertengkaran karena kekasih barunya Aurelia Vance dan berakhir di polisi, meninggalkan dia di malam bersalju. Malam itu, dia bertukar pintu dengan Gideon Thorne—anak haram yang pernah dia pertolak saat kecil, namun pria yang selalu melindunginya dari bayang-bayang. Dari menampungnya hingga menjadi lebih dekat, dari perawatannya yang lembut ketika dia mabuk sampai memeluknya di dalam badai salju di resor ski, Gideon Thorne mengajarinya apa itu dicintai dengan kesabaran: 'Saya bisa tunggu, tetapi kamu tidak bisa terus menjauhi.' Sementara itu, Caspian Thorne terjebak dalam penganiayaan setelah kehilangan dia, namun keegoisannya hanya membuktikan lagi bahwa dia tidak layak. Saat tekanan keluarga, skema, perbuatan salah, dan rahasia tentang identitasnya muncul satu per satu, Lyra Moore akhirnya berani mengambil tangan Gideon Thorne, menanggapi pengaburanannya: 'Dari pertunangan hingga pernikahan, sampai akhir umur—tidak ada lagi yang bisa.'